Suatu ketika, saya karyawan baru, dan langsung diserahi produk bermasalah kronis. Setelah seminggu mapping masalah, Group Director (GD) bertanya:
GD: Gimana Pak Peter, sanggupkah mereformasi produk ini dalam target 6 bulan?
Saya: Dalam 4 bulan sanggup Pak, tapi saya butuh otoritas penuh dari Bapak, termasuk dalam hal pemecatan.
GD: (Tampak kaget) Apa harus selalu dengan pemecatan Pak?
Saya: Pada beberapa kasus berat, iya Pak. Sel sehat gak mungkin bisa bersatu dengan sel kanker kan?
GD: Hmmm, oke... Anda dapat restu, otoritas & logistik penuh dari saya. U r good to go.
Singkat kata, produk bermasalah berhasil direformasi dalam 3.5 bulan. Saya lulus probation, setelah memimpin reformasi itu dengan tangan besi & long shift. Para troublemaker digusur & diganti dengan orang2 baru yang berkompeten & berdedikasi.
Hal terpenting: Perwira perang terbaik sekalipun takkan berguna tanpa otoritas & dukungan logistik dari panglima tertinggi.
Hikmah: Di banyak kasus, bukan produknya yang bermasalah, tapi karena sel kanker yang menghabisi sel sehat. Karyawan terbaik & berkompeten mustahil bisa bersatu dengan karyawan bermasalah yang tak mau direhabilitasi.
Hanya panglima tertinggi-lah yang bisa memutuskan, apakah mau memimpin organisasi & produk berisi sel kanker, atau sel sehat.
GD: Gimana Pak Peter, sanggupkah mereformasi produk ini dalam target 6 bulan?
Saya: Dalam 4 bulan sanggup Pak, tapi saya butuh otoritas penuh dari Bapak, termasuk dalam hal pemecatan.
GD: (Tampak kaget) Apa harus selalu dengan pemecatan Pak?
Saya: Pada beberapa kasus berat, iya Pak. Sel sehat gak mungkin bisa bersatu dengan sel kanker kan?
GD: Hmmm, oke... Anda dapat restu, otoritas & logistik penuh dari saya. U r good to go.
Singkat kata, produk bermasalah berhasil direformasi dalam 3.5 bulan. Saya lulus probation, setelah memimpin reformasi itu dengan tangan besi & long shift. Para troublemaker digusur & diganti dengan orang2 baru yang berkompeten & berdedikasi.
Hal terpenting: Perwira perang terbaik sekalipun takkan berguna tanpa otoritas & dukungan logistik dari panglima tertinggi.
Hikmah: Di banyak kasus, bukan produknya yang bermasalah, tapi karena sel kanker yang menghabisi sel sehat. Karyawan terbaik & berkompeten mustahil bisa bersatu dengan karyawan bermasalah yang tak mau direhabilitasi.
Hanya panglima tertinggi-lah yang bisa memutuskan, apakah mau memimpin organisasi & produk berisi sel kanker, atau sel sehat.